author Ihsan Arif | 3 minutes

Mengenal Fungsi, multiple return, variadic dan closure

Second Function

Terdiri dari input, output.

Sampai sekarang program Go itu kita bisa gunakan hanya pada fungsi main saja seperti ini.

  func main() {}

Misalkan pada program sebelumnya kita mengoperasikan penjumlahan, dan rata-rata dalam suatu array, nah agar lebih modular lagi kita akan ganti menjadi fungsi terpisah seperti ini.

func average(xs []float64) float64 {
     total := 0.0
     for _, v := range xs {
           total += v
}
     return total / float64(len(xs))
}

Maka kita akan coba-coba bagaimana suatu variable bisa bekerja dalam fungsi-fungsi dan dependency yang terkait. Program A

func f() {
	fmt.Println(x)
}
func main() {
	x := 5
	f()
}

Program B

func f(x int) {
     fmt.Println(x)
}
func main() {
x := 5
f(x) }

Program C

var x int = 5
func f() {
     fmt.Println(x)
}
func main() {
     f()
}

Program D

func main() {
	fmt.Println(f1())
}
func f1() int {
	return f2()
}
func f2() int {
	return 1
}

Multiple Returning

Jika dalam pemrograman yang lain hanya bisa membalikan hasil cuma satu data tetapi dalam Go, memiliki keunikan tersendiri yaitu kita bisa melakukan output return yang lebih dari satu. Agar lebih bisa dipahami lihat dibawah ini.

package main

import "fmt"

func f() (int, int) {
	return 5, 6
}
func main() {
	x, y := f()
	fmt.Println(x, y)
}

Variadic Function

Yang paling spesial juga dalam pemrograman Go yaitu support untuk Variadic, yaitu multiple parameter.

package main

import "fmt"

func add(args ...int) int {
	total := 0
	for _, v := range args {
		total += v
	}
	return total
}
func main() {
	fmt.Println(add(1, 2, 3))
}

Closure

Biasanya sering kita lihat pada pemrograman javascript atau typescript. Nah di Golang juga memiliki hal yang canggih seperti Closure ini. Berikut contoh programnya dibawah ini.

package function

import "fmt"

func main() {
	add := func(x, y int) int {
		return x + y
	}
	fmt.Println(add(1, 1))
}

Mengirim variable ke function closure juga bisa kita gunakan misalkan seperti ini

package main

import "fmt"

func main() {
	x := 0
	increment := func() int {
		x++
		return x
	}
	fmt.Println(increment())
	fmt.Println(increment())
}

Contoh program lain diluar function bisa kita buat seperti ini

package main

import "fmt"

func makeEvenGenerator() func() uint {
	i := uint(0)
	return func() (ret uint) {
		ret = i
		i += 2
		return
	}
}
func main() {
	nextEven := makeEvenGenerator()
	fmt.Println(nextEven()) // 0
	fmt.Println(nextEven()) // 2
	fmt.Println(nextEven()) // 4
}

Recursion

Memanggil fungsinya sendiri juga dalam Go bisa kita lakukan, misalkan contoh program untuk menghitung faktorial.

package main

import "fmt"

func factorial(x uint) uint {
	if x == 0 {
		return 1
	}
	return x * factorial(x-1)
}

func main() {
	fmt.Println(factorial(uint(3)))
}

Defer, Panic, Recover

defer adalah suatu pemanggilan yang nantinya akan diakhirkan. contoh bisa dilihat dibawah ini

package main

import "fmt"

func first() {
	fmt.Println("1st")
}
func second() {
	fmt.Println("2nd")
}
func main() {
	defer second()
	first()
}

Lalu untuk mendefinisikan suatu program bisa berhenti dan bisa recover lagi dalam Go juga bisa kita pakai. Contohnya seperti dibawah ini.

package main
import "fmt"
func main() {
     defer func() {
           str := recover()
           fmt.Println(str)
     }()
     panic("PANIC")
}
comments powered by Disqus